Kerajinan kulit milik Hadi Prabowo asal Dusun Karang Asem Rt.05 Rw 34, Pocong, Wulir Sari, Imogiri, Bantul ini awalnya Hadi Prabowo ikut karir orang tuanya dibidang kerajinan kulit setelah Hadi Prabowo berkeluarga ingin sekali mandiri, dengan modal pinjaman Hadi Prabowo bertekat mendirikan usaha pada tahun 1989 dengan mengikuti jejak orang tuanya di kerajinan kulit yang dikelola oleh Rubinem istrinya.
Dengan keuletan Hadi Prabowo dan Ribinem istrinya dalam menggeluti dikerajinan akhirnya berkembang sampai sekarang, untuk mengembangkan kerajinan dengan bahan bakunya kulit dan asal bahan baku dari kota Yogyakarta membuka showroom di Pasar Seni Gabusan Los I Kav. 13.
Hadi Prabowo dan 4 karyawan tetapnya sebulan bisa menyelesaikan 1000 pcs produk kerajinan, kerajinan yang diproduksi antara lain : Kipas kulit, Pembatas Buku, Wayang dan masih banyak produk yang menjadi karya Hadi Prabowo, namun saat ini yang paling laku dan menjadi andalan Hadi Prabowo yaitu: Kipas, Pembatas Buku dan Wayang Lis. Omzet penjualan per bulan mencapai Rp. 1 sampai 5 juta
Rubinem pengrajin kulit yang lulusan SMA sudah menjual kerajinannya di berbagai kota besar Indonesia di antaranya : Magelang, Bali dan Yogyakarta, walau belum menembus ke mancanegara namun sudah mempunyai pelanggan tetap di Borobudur dan Bali.
Label: Pengrajin
Mencegat wisatawan di mulut jalan sentra industri keramik Kasongan, sekarang lagi trendi. Kerajinan apapun dapat ditemui di sepanjang jalan raya Kasongan. Suradi, seorang pengrajin kulit, adu nasib, dengan mendirikan showroom di pinggir jalan raya Kasongan. Tiga produk unggulannya adalah: Tempat lilin kulit, Wayang kulit dan Kap lampu dinding. Harganya bervariasi, berkisar antara Rp 45 ribu sampai Rp 150 ribu.
Memproduksi kerajianan berbahan baku kulit memang harus hati-hati dan telaten. Sehingga dibutuhkan cukup banyak tenaga kerja. Bila kerajianan berbahan baku lain bisa dikerjakan 4 � 5 tenaga trampil; maka Suradi harus lebih banyak merekrut tenaga trampil, saat ini sebanyak 20 orang. Hal itu dikarenakan, untuk produk berbahan baku kulit memang membutuhkan spesialisasi, sehingga tidak bisa dikerjakan secara serabutan.
Setiap bulan, Suradi Leather mampu memproduksi maksimal 500 pcs dalam berbagai jenis kerajinan; dengan omset Rp 5 juta.
Sampai saat ini, produk berbahan baku kulit karya-karyanya sudah merambah ke berbagai kota, antara lain Jakarta, Bali, dan lokal Jogjakarta. Pemasaran ke mancanegara, untuk sementara baru menggarap Turki.
Dengan membuka showroom di pinggi jalan Kasongan, Suradi optimis ke depan dagangannya kian laku. Pemasaran yang juga dinilainya strategis adalah melalui internet. Suaradi menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Bantul yang telah membangun situs bisnis bantulbiz.com; di mana apara pengrajin diberi kesempatan untuk memasarkan karya-karyanya lewat internet tanpa bayar.***
Label: Pengrajin
Kerajinan apapun dapat ditemui di Pasar Seni Gabusan Jl. Parangtritis. Riyadi seorang pengrajin kulit yang lahir 14 Oktober 1973 di Pucung, Karangasem, Imogiri, Bantul, mengadu nasib, dengan membuka di showroom di Pasar Seni Gabusan Los III Kav. 27. Mulai SD Riyadi sudah belajar menyungging wayang dirasa dengan menyungging wayang kurang menjajikan Riyadi berfikir mencoba membuat kerajinan lain dengan bahan baku dari kulit juga. Kemudian Riyadi mencoba membuat kerajinan Sovenir Pesta, Kartu Lebaran dan Gantungan Kunci.
Pada tahun 1993 mengembangkan bakatnya dengan membuat kerajinan Lukis Kulit. Riyadi yang pernah kuliah dan mengambil jurusan Pariwisata, melihat perkembangan kerajinan, kemudian Riyadi mencoba membuka showroom di Jakarta, di Jakarta kerajinannya mulai di kenal namun nasib tidak berpihak pada Riyadi karena showroom yang ada di Jakarta kena gusur, kemudian memutuskan untuk pulang ke desa asalnya dan mengembangkan di desanya.
Dengan keuletan, Riyadi tidak putus asa dengan modal ilmu yang didapat kemudian tahun 1998 merintis usahanya kembali, dengan mengembangkan kerajinan berbagai macam kerajinan kulit. Dengan dibantu 3 karyawan tetap Riyadi mampu memproduksi 5000 pcs per bulannya, kerajinan yang di buat antara lain; Lukis Kulit Pigura, Pensil Wayang, Sovenir Pesta, Miniatur Pedalangan. Omset perbulan rata-rata mencapai 3 samapai 5 juta.
Riyadi yang lulusan D2 ini sudah menjual produknya di kota-kota besar Indonesia yaitu di Bali, Ancol, Surabaya dan Yogyakarta. Dan produknya juga sudah merambah ke mancanegara diantanya Belanda dan Italia.
Label: Pengrajin